5 Jenis Investasi Terbaik Untuk Karyawan Lulusan SMK

5 Jenis investasi terbaik untuk karyawan lulusan SMK mulai dari 10 ribu rupiah
Investasi merupakan suatu cara seseorang dalam mengelola keuangan dengan mengalokasikan beberapa aset yang dimilikinya ke suatu instrumen investasi.

Dengan harapan modal yang telah ditanamkan tersebut bisa kembali dengan jumlah yang lebih besar atau mendapatkan keuntungan di masa depan.

Investasi sendiri bisa di ibaratkan seperti kita menanam pohon agar bisa tumbuh besar dan sewaktu-waktu bisa dipetik buahnya atau menjual kayunya.

Literasi serta memulai investasi dari usia muda merupakan hal yang sangat penting khususnya bagi karyawan lulusan SMK atau sederajat. Di mana latar pendidikan ini masih mendominasi tenaga kerja Indonesia dan berpenghasilan lebih rendah.

Karena tidak hanya untuk mempersiapkan keuangan di masa depan, tapi juga bisa berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi negara. Jadi sebagai generasi milenial, seharusnya tidak hanya mementingkan gaya hidup dan kesenangan saja namun juga paham tentang ekonomi termasuk perencanaan keuangan.

Mengingat kita adalah bangsa dengan jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia, yaitu lebih dari 260 juta jiwa yang mana sebagian besarnya adalah pemuda. Tentunya ini merupakan pasar yang besar, sebagai penduduk dari negara ini kita tidak ingin menjadi sekedar konsumen terutama bagi pihak asing.

Namun juga menjadi pelaku usaha sekaligus penguasa pasar di negeri sendiri. Atau setidaknya menjadi penanam modal atau investor di perusahaan agar keuntungan dapat dinikmati oleh kita sendiri.

Tapi bagi orang yang masih awam mengenai investasi mungkin akan berpikiran bahwa investasi adalah sesuatu yang mengerikan dan butuh banyak uang untuk melakukannya. Sehingga hanya "orang-orang besar" saja yang bisa melakukannya, padahal itu tidaklah benar karena sekarang dengan uang 10 ribu rupiah pun kita sudah bisa memulainya.

Untuk itu, sebelum membahas 5 jenis investasi terbaik untuk karyawan lulusan SMK, mari pelajari apa itu investasi dan seberapa penting kita harus melakukannya.

Jadi, apakah Anda tertarik belajar lebih banyak mengenai investasi? Bagus, mari kita mulai!

Apa perbedaan investasi dengan menabung?


Investasi dan menabung adalah dua hal yang sama-sama berkaitan dengan kegiatan penyimpanan uang, tetapi berbeda tujuan. Menabung berarti menyimpan uang di suatu tempat dengan sengaja tidak digunakan agar sewaktu-sewaktu bisa diambil ketika dibutuhkan.

Ada tiga hal kemungkinan yang terjadi dengan jumlah uang yang di tabung. Pertama, jumlah uang akan selamanya tetap kecuali Anda sendiri yang menambahnya. Kedua, berkembang namun tidak begitu besar.

Dan ketiga, berkurang. Waduh kenapa bisa begitu? Ya, untuk kemungkinan kedua dan ketiga bisa terjadi jika Anda menabung di bank. Meski banyak keuntungan yang didapat terutama keamanan, namun bank menetapkan bunga yang kurang jelas dan menyesuaikan kondisi pasar atau biasa disebut bunga mengambang.

Dengan jumlah bunga relatif kecil dari besaran inflasi di mana akan dipotong pajak setiap bunga yang diberikan. Yang tidak kalah pentingnya adalah adanya potongan biaya administrasi setiap bulannya yang tidak memandang jumlah tabungan.

Sehingga jika Anda menabung di bank dalam nominal kecil dan jarang mengisinya maka bukan tidak mungkin hanya kerugian yang didapat.

Contoh sederhananya, jika jumlah rata-rata tabungan Anda sebesar Rp5.000.000,00 dengan bunga 2% pertahun, jumlah bunga ini pun masih terlalu tinggi untuk tabungan biasa karena sekarang jarang ada bank yang memiliki bunga lebih dari 1%. Kecuali jumlah tabungan Anda lebih dari 50 juta rupiah.

Maka, Rp5.000.000,00 x 2% = Rp100.000,00

Potongan pajak, Rp100.000,00 x 20% = Rp20.000,00

Rp100.000,00 - Rp20.000,00 = Rp80.000,00

Rp5.000.000,00 + Rp80.000,00 = Rp5.080.000,00

Biaya administrasi = Rp12.000,00 x 12 bulan = Rp144.000,00

Maka jumlah tabungan Anda setelah satu tahun, Rp5.080.000,00 - Rp144.000,00 = Rp4.936.000,00

Artinya jumlah tabungan Anda justru akan berkurang bukan? Belum lagi adanya inflasi yang akan menggerus nilai uang. Untuk itu, jika dilihat dari sisi keuntungan antara menyimpan uang di rekening dan rumah seperti menyimpannya di celengan.

Mungkin di celengan lebih baik meski harus menanggung resiko keamanan. Hal ini jelas berbeda dengan investasi di mana hanya dua kemungkinan yang terjadi, yaitu antara untung dan rugi.

Dengan berinvestasi, uang akan digunakan yang memang berpotensi menghasilkan keuntungan seperti menanamkannya ke suatu perusahaan, membangun infrastruktur atau yang lainnya. Sehingga peluang keuntungan yang didapat hampir tidak terbatas, namun di sisi lain investasi juga bisa mendatangkan kerugian.

Bahkan uang yang telah disetorkan hilang tak tersisa dan tidak bisa dikembalikan akibat kegagalan investasi. Sehingga bisa dikatakan investasi bisa membuat kita kaya tapi juga bisa mendatangkan kemiskinan.

Untuk menghindari hal ini, biasanya seorang investor menanamkan modalnya tidak hanya di satu tempat melainkan di berbagai instrumen atau disebut diversifikasi.

Artinya, jika investasi di tempat A mengalami kerugian maka kita masih memiliki investasi B yang mengalami keuntungan sehingga kerugian yang didapat tidak terlalu besar dan uang tetap aman.

Tapi jika ada yang bertanya mana yang lebih baik antara investasi dengan menabung, maka kita tidak bisa membandingkannya yang terbaik. Seperti yang telah dijelaskan di atas, keduanya memiliki tujuan yang berbeda.

Sekarang menabung sudah tidak menjadi cara yang tepat untuk mempersiapkan keuangan di masa depan, tetapi cenderung untuk jangka pendek. Atau bisa disebut dengan dana darurat.

Sedangkan investasi bertujuan untuk jangka panjang yang setidaknya butuh tiga tahun untuk menikmati hasilnya.

Kenapa hal ini terjadi? Seperti yang telah dijelaskan di atas, dengan menabung uang tidak berkembang atau bahkan berkurang disebabkan termakan oleh inflasi sehingga apa yang di cita-citakan belum tentu bisa terwujud seperti adanya kenaikan harga.

Dan di bawah ini adalah grafik inflasi Indonesia dalam 10 tahun terakhir menurut data BPS

Perkembangan Inflasi RI 10 tahun terakhir menurut BPS
Perkembangan inflasi RI 2008-2017 menurut BPS (dibuat oleh penulis)

Sebagai contoh, jika Anda lahir di tahun 90an atau bisa bertanya kepada orang tua berapa jumlah permen yang kita dapatkan dengan uang Rp1.000,00 ketika tahun 1996. Saya yakin jawabannya tidak jauh berbeda, yaitu 40 permen.

Perbandingan harga permen akibat inflasi
Perbandingan harga permen dulu vs sekarang akibat inflasi (dibuat oleh penulis)

Sedangkan sekarang dengan jumlah uang yang sama kita hanya mendapat 5 permen saja. Apakah harga permen yang semakin mahal? Tidak, tapi melainkan daya beli uang yang berkurang atau disebut inflasi.

Ini baru permen, bagaimana jika sesuatu yang lebih besar seperti tanah? Sama, jadi jika Anda membuat perencanaan keuangan jangka panjang seperti membeli rumah dalam 5 tahun kedepan, menabung bukanlah ide yang tepat.

Jadi strategi yang tepat adalah melakukan investasi. Dengan berinvestasi akan memberikan keuntungan 5 hingga 50 persen atau bahkan lebih, tergantung jenis investasi dan kondisi ekonomi.

Manfaat Investasi


Dengan penjelasan di atas kita bisa menebak bahwa investasi dari usia muda memiliki banyak manfaat, yaitu menyelamatkan masa depan dari masalah finansial.

Untuk itu, di sini kita tidak perlu lagi berbicara panjang lebar mengenai manfaat investasi secara personal namun kita lihat perspektif bagi pertumbuhan ekonomi negara. Yang pertama adalah meningkatkan produktivitas suatu perusahaan, mengurangi kebiasaan konsumtif sehingga dapat membantu mengendalikan inflasi.

Bagaimana investasi bekerja untuk memajukan ekonomi negara
Bagaimana investasi bisa memajukan ekonomi negara? (dibuat oleh penulis) 

Manfaat lainnya adalah pembangunan infrastruktur, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), membuka lapangan pekerjaan, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan sebagainya. Yang tentu saja hal tersebut berkontribusi pada PDB (Produk Domestik Bruto).

No. Negara GDP PPP 2017 (USD)
1 China 23.300.782
2 Amerika Serikat 19,390,604
3 India 9.448.659
4 Jepang 5,562,822
5 Jerman 4.193.922
6 Rusia 3,749,283
7 Indonesia 3,242,768
8 Brazil 3,240,524
9 Inggris 2,896,833
10 Perancis 2,871,264

Jika dilihat dari PDB paritas daya beli (PPP) 2017 menurut Bank Dunia, kekuatan ekonomi Indonesia berada di peringkat ketujuh sebesar USD 3.242. Ini merupakan ekonomi terbesar di Asia tenggara serta kemajuan terbaik sejak krisis 1998.

Namun jika kita membandingkan dengan negara yang memiliki jumlah penduduk terbanyak di dunia seperti China, India, Amerika mereka telah berada di peringkat 5 besar. Hal ini tentu seharusnya Indonesia masuk di peringkat tersebut mengingat didukung oleh melimpahnya SDA.

Dan menurut prediksi PWC kita butuh lebih dari satu dekade untuk menempati posisi 5 besar tersebut. Tentu ini tidak bisa dicapai dengan keajaiban, melainkan kerja keras dengan meningkatkan produktivitas, pembangunan infrastruktur, kualitas pendidikan dan sebagainya yang tentu saja membutuhkan investasi.

realisasi investasi Indonesia 2012-2017 menurut BKPM
Perkembangan realisasi investasi RI 2012-2017 menurut BKPM (dibuat oleh penulis)

Berdasarkan data dari BKPM realisasi investasi indonesia dalam kurun waktu 6 tahun terakhir mengalami kenaikan. Pada tahun 2017 lalu sebesar 692.8 triliun rupiah dengan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar 262,3 Triliun rupiah dan Penanaman Modal Asing (PMA) 430,5 Triliun rupiah.

Di mana selama 6 tahun tersebut jumlah PMA yang masuk selalu mendominasi dari PMDN. Dan jika Anda selama ini termasuk orang yang menganggap utang luar negeri Indonesia tinggi yakni lebih dari 5000 triliun rupiah.

Atau lebih tepatnya hingga Oktober 2018 tercatat sebesar USD 360.532 juta dengan komposisi utang pemerintah dan bank sentral sebesar USD 178.335 juta, serta utang swasta sebesar USD 182.197 juta. Dengan membandingkan jumlah realisasi investasi tersebut, saya yakin Anda akan berpikiran jumlah investasi tersebut tidak mencukupi membiayai berbagai proyek di negeri ini.

Untuk itu, mulai sekarang sebaiknya jangan mengeluh apalagi memprotes dengan meningkatnya jumlah utang luar negeri jika Anda sendiri sebagai penduduk negeri ini sebelumnya belum pernah menggelontorkan dana untuk berinvestasi.

Terus apa yang harus saya lakukan? Saya hanya seorang karyawan dan mana punya uang milyaran untuk investasi?

Kata siapa investasi harus punya uang banyak? Faktanya sekarang kita bisa berinvestasi dengan uang mulai dari 100 ribu atau bahkan 10 ribu rupiah.

Memang jumlahnya cukup kecil dan kita tidak bisa berbuat banyak dengan uang sebanyak ini, tapi setidaknya kita belajar menyisihkan pendapatan ke arah yang lebih produktif agar hidup kita di masa depan cerah sehingga suatu saat bisa menjadi investor yang besar. Dan tentu saja dapat berkontribusi pada pembangunan ekonomi negara ini.

Faktor Keuntungan Investasi


Bagi yang baru mengenalnya mungkin akan bertanya jenis investasi apa yang dapat menghasilkan keuntungan dengan cepat, ingatlah investasi bukanlah cara yang tepat untuk menghasilkan uang dan kaya secara singkat.

Kita bisa mengambil contoh sederhana dari pembangunan jalan tol yang menghabiskan triliunan rupiah, apakah uang tersebut akan kembali dalam satu bulan? Tentu saja tidak bukan, pembangunan jalan tersebut tidak hanya butuh perencanaan yang matang.

Namun juga perlu di operasikan bertahun-tahun dan pemeliharaan untuk menghasilkan uang agar bisa mengembalikan modal yang telah dihabiskan tersebut.

Hal ini juga sama dengan investasi pada umumnya, seperti yang telah disebutkan di atas investasi merupakan untuk jangka panjang sehingga butuh perencanaan dan kesabaran yang baik. Jadi sebaiknya jangan percaya jika ada tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan besar dengan cepat.

Karena bisa dipastikan itu adalah investasi bodong, untuk itu pastikan selalu mempelajari cara kerja dan lakukan pengecekan terlebih dahulu di OJK sebelum memulai investasi.

Memang sebenarnya ada mitos investasi yang dipercaya bisa membuat kaya dalam waktu cepat yaitu trading saham. Dengan membeli saham ketika harga sedang turun dan menjualnya saat naik sehingga mendapat keuntungan (capital gain). Ini berarti di ibaratkan seperti kita membeli anak ayam dan menjualnya ketika sudah dewasa.

Namun cara ini sama sekali tidak disarankan bagi pemula karena hanya memberikan keuntungan jangka pendek dan terlalu beresiko terutama jika kondisi finansial Anda belum menentu.

Pergerakan nilai saham juga cukup cepat dan bisa membuat jantungan, sehingga bermodal keberanian dan feeling saja bukanlah ide yang tepat. Tapi kita juga harus punya pengetahuan serta analisis yang baik.

Jika memang Anda benar ingin sukses dalam berinvestasi pilihlah yang berorientasi secara jangka panjang. Yaitu dengan membeli saham perusahaan yang berkualitas dan berkinerja baik sehingga di samping kita mendapat pembagian pendapatan perusahaan (dividen) kita juga bisa menjual saham tersebut.

Atau di ibaratkan seperti membeli anak ayam dan merawatnya hingga dapat bertelur sehingga bisa dijadikan sebagai penghasilan sampingan dan menjualnya ketika Anda tidak membutuhkan ayam tersebut sehingga mendapatkan keuntungan berlipat.

Tapi sama, jika masih awam mengenai saham maka tidak disarankan terjun langsung karena tidak ada yang bertanggung jawab jika uang Anda hilang akibat mengalami kerugian. Mengingat saham adalah investasi beresiko tinggi, namun Anda bisa memulainya dari nol seperti Reksa Dana yang akan kita bahas di bawah.

Sementara itu, ada banyak faktor yang mempengaruhi tingkat keuntungan investasi, mulai dari jenis investasi di mana besaran keuntungan investasi selalu berbanding lurus dengan resiko.

Artinya, semakin tinggi resiko suatu instrumen maka semakin besar pula potensi keuntungan yang diperoleh, begitu pula sebaliknya. Seperti contoh di atas, saham memiliki resiko tinggi.

Oleh karena itu, sangat penting sebelum memulai untuk memahami sifat-sifat instrumen investasi. Dan seperti yang telah disebutkan di atas, disarankan untuk tidak menempatkan uang di satu instrumen saja, hal ini bertujuan untuk memperkecil resiko yang ada.

Kondisi ekonomi juga menjadi hal yang tidak luput darinya. Salah satu yang mempengaruhi adalah stabilitas politik dan keamanan suatu negara.

Oleh karena itu, sebagai generasi milenial di mana sebagian besarnya berpendidikan tinggi seharusnya tidak mudah terhasut oleh ujaran kebencian, perbedaan politik, fitnah, hoax, isu SARA dan sebagainya yang memecah belah persatuan.

Lagipula kita tidak ingin para milenial Indonesia yang katanya dikenal dekat dengan teknologi, kenyataannya hanya sebatas sebagai pengguna gadget dan media sosial saja yang tidak produktif.

Namun kita harus menjadi pengembang atau setidaknya pengguna yang memanfaatkan teknologi sebagai hal-hal yang bersifat produktif.

Seperti yang Anda ketahui dunia ini kita telah memasuki revolusi industri 4.0 di mana negara lain telah memikirkan kecerdasan buatan, teknologi Internet of Things, dan sebagainya. Bukan masa depan lagi tapi mulai sekarang mereka sudah tidak memanfaatkan internet sebagai berbisnis, namun melainkan untuk bekerja.

Artinya, mereka bekerja tidak sekedar menggunakan tenaga tapi pikiran dan berkolaborasi dengan teknologi. Yang tentunya akan menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dan efisien.

Menurut penilaian World Economic Forum (WEF), Indonesia termasuk dalam kategori negara "baru lahir" dengan peringkat 38 dari 100 negara pada struktur produksi dan 59 pada penggerak produksi. Di mana kelompok ini memiliki basis produksi terbatas yang menunjukkan tingkat kesiapan rendah untuk masa depan dengan kinerja yang lemah.

Negara dengan kesiapan tinggi dalam menghadapi revolusi industri 4.0 menurut penilaian World Economic Forum
25 negara dengan kesiapan tinggi dalam menghadapi revolusi industri 4.0 (dokumen asli di weforum.org)

Hal ini tertinggal dengan negara ASEAN lainnya yang selangkah lebih maju seperti Malaysia dan Singapura, mereka telah memimpin dengan menjadi 25 negara yang memiliki kesiapan tinggi dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

Oleh karena itu, sebagai bangsa yang bercita-cita menjadi negara maju dan masuk 5 ekonomi terkuat di dunia, tentunya tidak boleh kalah dalam urusan pengembangan teknologi, atau kita akan dijadikan pasar oleh mereka.

Apalagi di era sekarang ini kita mengenal disruptive innovation di mana siapa yang lambat dalam berinovasi maka akan tertinggal. Untuk itu, sangat disayangkan jika negara sebesar Indonesia dengan penduduk lebih dari 260 juta apalagi sebagian besarnya adalah pemuda tetapi tidak bisa memanfaatkan teknologi dengan baik.

5 Jenis Investasi Terbaik Untuk Karyawan Lulusan SMK


Kini sekarang Anda sudah tahu apa pentingnya investasi baik untuk diri sendiri maupun negara, dan berikut adalah 5 jenis investasi terbaik untuk pemula yang dirancang khusus bagi karyawan lulusan SMK.

1. Investasi Karier


Investasi jenis apaan nih? Tunggu sebentar, menginvestasikan uang yang kita miliki memang sangat penting untuk mempersiapkan keuangan di masa depan. Namun mempunyai keahlian adalah tetap hal utama.

Karena diri kitalah sebagai alat penghasil uang, maka sangat disarankan agar memperbarui keahlian terlebih dahulu untuk meningkatkan penghasilan. Jadi jangan sampai investasi Anda kedepannya terganggu dikarenakan memiliki pendapatan kecil dan belum memiliki tujuan karier yang jelas.

Tingkat pengangguran terbuka Agustus 2017-Agustus 2018 menurut BPS
Perkembangan tingkat pengangguran terbuka dari Agustus 2017-Agustus 2018 menurut BPS (dibuat oleh penulis)

Berdasarkan data dari BPS, latar pendidikan SMK menjadi penyumbang terbesar tingkat pengangguran terbuka sebesar 11,24 persen pada bulan Agustus 2018. Mengalami kenaikan yang sebelumnya sebesar 8,92 persen di bulan Februari 2018.

Jadi sungguh beruntung jika Anda saat ini telah bekerja dan bisa menikmati gaji. Tapi ada baiknya manfaatkan pendapatan tahun pertama Anda untuk meningkatkan skills.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kita sedang memasuki revolusi industri 4.0 di mana hampir semua pekerjaan akan di otomatisasi dan mengandalkan teknologi Internet of Things (IoT).

Di samping itu, perubahan ini tidak hanya pada sektor industri manufaktur saja namun juga mengubah bagaimana cara kita hidup mulai dari bidang medis, pertanian, transportasi, distribusi, finansial dan sebagainya.

Jadi jika Anda bertanya mengapa sekarang mencari pekerjaan susah, apakah tidak tersedianya lapangan pekerjaan? Saya rasa tidak, namun melainkan skills yang kita miliki sudah tidak kompeten dan relevan lagi dengan kebutuhan dunia kerja.

(Atau bisa juga disebabkan masih minimnya investasi di negeri ini sehingga tidak seimbang antara perkembangan jumlah calon tenaga kerja dengan pertumbuhan perusahaan.)

Contohnya, SMK jurusan otomotif yang meliputi Teknik Kendaraan Ringan (TKR) dan Teknik Sepeda Motor (TSM) yang mana keduanya kita diajarkan bagaimana cara memperbaiki kendaraan. Lalu kita juga PKL (Praktik Kerja Langsung) di bengkel sebagai teknisi.

Namun setelah lulus, apakah kita akan bekerja sebagai teknisi sebagaimana apa yang telah dipelajari di sekolah? Iya bisa, jika Anda beruntung mendapatkan pekerjaan tersebut atau membuka bengkel sendiri.

Tapi faktanya meski angka pertumbuhan kendaraan pribadi tergolong tinggi kita kesulitan untuk mencari pekerjaan di bidang tersebut, berbeda dengan 10 tahun yang lalu.

Mungkin hanya 1 atau 5 orang dari keseluruhan siswa sekelas yang bekerja sebagai teknisi atau bahkan tidak ada sama sekali, tergantung ada tidaknya lowongan.

Berdasarkan pengalaman saya, justru sekarang BKK (Bursa Kerja Khusus) dari sekolah sebagian besar menyalurkan siswanya menjadi karyawan sebagai operator produksi di pabrik.

Jika beruntung Anda mungkin bisa mendapatkan pekerjaan secara cepat di PT seperti Toyota, AHM, HPM, Yamaha, Suzuki atau yang lainnya. Di mana perusahaan tersebut menjadi sasaran utama bagi lulusan SMK otomotif.

Namun nantinya kita akan training terlebih dahulu selama beberapa bulan dengan pekerjaan yang tentunya berbeda, seperti painting atau assembly dan kita bekerja sebagai karyawan kontrak.

Ini artinya apa yang telah kita pelajari di SMK selama 3 tahun seperti tune up misalnya, kurang berguna dengan pekerjaan di perusahaan tersebut. Namun yang menjadi masalah adalah ketika masa kontrak telah habis dan usia tidak memenuhi syarat, kita tidak bisa melamar pekerjaan di perusahaan yang sama.

Dan masalah inilah yang perlu kita hindari sebagai lulusan SMK dan pentingnya sebuah investasi, jadi jangan sampai Anda bingung ketika kontrak kerja sudah habis dan usia tidak memenuhi syarat untuk melamar pekerjaan di pabrik. Sedangkan Anda tidak memiliki keahlian yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.

Bukankah beberapa tahun kedepan industri manufaktur akan hampir sepenuhnya menggunakan robot yang dapat dikendalikan dari jarak jauh sehingga kita hanya perlu memantau kinerja para robot tersebut?

Tentu saja pendidikan SMK belum kompeten dengan jenis pekerjaan ini yang termasuk robotika, analisis, big data, IoT, komputasi awan dan sebagainya. Lalu bagaimana cara agar kita tetap laku di pasar kerja? Jawabannya adalah investasi karier.

Yaitu dengan meningkatkan skills yang kita miliki, seperti melanjutkan kuliah atau mengikuti kursus di bidang yang disukai menggunakan biaya dari penghasilan tahun pertama Anda. Tapi pastikan Anda memiliki target dan tujuan yang jelas, artinya jika memilih kuliah, setelah lulus Anda harus memiliki daya saing dan nilai jual tinggi di dunia kerja.

Karena kita melihat grafik di atas tingkat pengangguran dari lulusan sarjana dan diploma sempat mengalami kenaikan. Ini wajar karena sekarang pendidikan dan mendapat nilai tinggi saja tidaklah cukup.

Tapi juga harus memiliki hard skills yang relevan, soft skills, kreatif dan tentu saja imajinatif. Karena seahli apapun kemampuan yang kita miliki namun jika tidak kreatif maka percuma saja.

Misalnya memiliki keahlian programming yang baik mungkin tidak ada gunanya jika kita miskin ide.

2. Tabungan Deposito


Deposito merupakan tempat di mana Anda bisa menyimpan uang di rekening bank sama seperti tabungan biasa. Hanya saja ia memiliki jangka waktu dan bunga lebih besar, sehingga banyak orang yang memanfaatkannya sebagai investasi.

Kita bisa memilih jangka waktu mulai dari 1, 3, 6, 12, hingga 24 bulan dan bisa diperpanjang secara otomatis. Namun selama belum jatuh tempo Anda tidak bisa mengambil uang yang telah disetorkan. Jika ini terjadi maka Anda akan terkena denda.

Investasi jenis ini memiliki resiko yang rendah, sehingga tidak ada potensi kehilangan seluruh tabungan karena memang dijamin oleh LPS hingga 2 miliar rupiah.

Namun karena cara kerja deposito sama dengan tabungan biasa maka jangan harap dengan uang 10 juta bertambah menjadi 20 juta rupiah.

Dan yang perlu diperhatikan adalah jika Anda memiliki uang hingga ratusan juta, hindari "menimbun" uang seluruhnya di deposito karena selain akan tergerus oleh inflasi disebabkan keuntungan yang rendah.

Uang Anda juga menjadi tidak produktif, oleh karena itu sangat penting untuk melakukan diversifikasi terutama di instrumen yang bisa bermanfaat pada pihak lain agar bisa berkembang. Seperti di obligasi, peer to peer lending, saham atau yang lainnya.

Di samping sebagian besar bank mensyaratkan setoran awal minimal 10 juta rupiah.

3. Tabungan Emas


Investasi emas merupakan salah satu instrumen populer di Indonesia. Hal ini wajar, karena banyak orang khususnya ibu-ibu yang menggunakannya sebagai perhiasan dan mereka akan menjualnya ketika harga sedang naik sehingga mendapatkan keuntungan.

Kelebihan investasi emas adalah nilainya yang tetap, disebabkan tidak terpengaruh oleh inflasi. Meski harganya fluktuatif namun cenderung naik setiap tahunnya.

Jika tak percaya, silakan lihat grafik harga emas dunia 10 tahun terakhir yang saya dapatkan dari situs Goldprice berikut.

Harga emas dunia 10 tahun terakhir menurut situs goldprice
Harga emas 10 tahun terakhir (sumber: goldprice.org)

Memang investasi emas sama sekali tidak menguntungkan jika dilakukan dalam jangka pendek. Namun bayangkan jika pada tahun 2009 lalu Anda membeli emas sebanyak 20 gram dan baru menjualnya sekarang, uang Anda akan bertambah hampir dua kali lipat bukan?

Oleh karena itu, investasi yang satu ini layak dijadikan daftar perencanaan keuangan Anda.

Lalu apakah saya harus membeli emas secara fisik? Bukankah harga emas cukup mahal? Saya kan laki-laki masa iya harus membeli perhiasan emas? Di mana saya menyimpannya? Dan bagaimana jika hilang atau dicuri?

Lupakan semua pertanyaan tersebut, karena sekarang sudah ada tabungan emas. Yaitu seperti tabungan biasa hanya saja nilainya menggunakan emas. Artinya nominal yang digunakan berupa gram, bukan mata uang baik rupiah ataupun dolar.

Salah satu tempat untuk membelinya adalah Pegadaian, di mana Anda bisa membeli emas mulai dari 0.01 gram. Yang berarti Anda dapat memulainya kurang dari 10 ribu rupiah.

Persyaratannya juga mudah, cukup membawa KTP, membayar administrasi sebesar Rp10.000,00 dan Rp30.000,00 per tahun untuk biaya titip.

Jika malas ke pegadaian, Anda juga bisa membelinya secara online melalui Bukalapak dengan harga jauh lebih murah mulai dari 0,0001 gram.

Tunggu sebentar, apakah ini aman? Tentu saja, beli di sini maksudnya bukan dari pelapaknya melainkan dari Bukalapaknya langsung yang bernama BukaEmas, fitur ini merupakan bagian kerjasama dengan PT. ANTAM.

Dan telah terdaftar dan diawasi oleh OJK. Sementara ada dua opsi untuk penarikan tabungan ini yaitu dalam bentuk kepingan logam mulia emas mulai dari 1 gram atau uang dengan cara menjualnya. Sepertinya bukan ide yang buruk jika Anda memanfaatkannya untuk modal nikah di masa depan.

4. Reksa Dana


Investasi terbaik untuk karyawan lulusan SMK selanjutnya adalah Reksa Dana, yaitu sebuah tempat di mana dana dari para investor dikumpulkan yang nantinya akan dikelola oleh perusahaan Manajer Investasi (MI).

Cara kerja Reksa Dana ialah, Anda hanya perlu membeli unit penyertaan di suatu perusahaan Manajer Investasi atau bank yang menyediakan produk ini. Selanjutnya mereka akan mengelola dana tersebut dengan menginvestasikan ke produk lainnya seperti obligasi, saham, pasar uang, deposito atau portofolio efek lainnya.

Transaksi Reksa Dana dihitung berdasarkan Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan (NAB/UP). NAB merupakan jumlah dana yang dikelola oleh suatu Reksa Dana, sedangkan Unit Penyertaan adalah satuan transaksi Reksa Dana.

Keuntungan Reksa Dana adalah dengan menghitung selisih harga NAB saat beli dengan jual. Berikut contoh perhitungan Reksa Dana :

Anda berinvestasi Reksa Dana di XYZ sebesar Rp250.000,00 ketika NAB/UP berada di Rp2.500. Berarti Anda mendapatkan unit penyertaan :

Rp250.000,00 / Rp2.500 = 100 unit

Setahun kemudian Anda menjualnya ketika NAB berada di Rp3.000, jadi 3.000 x 100 unit = Rp300.000,00. Ini artinya Anda mendapat keuntungan sebesar Rp50.000,00.

Salah satu hal yang membuat jenis investasi ini layak kita pilih adalah beresiko sedang namun memiliki keuntungan maksimal serta adanya diversifikasi, yaitu uang yang disetorkan akan dibagi ke beberapa instrumen.

Misalnya dalam reksa dana saham, uang Anda bukan hanya ditanamkan di satu perusahaan saja melainkan ke beberapa perusahaan. Artinya ketika saham perusahaan XYZ turun sedangkan saham lainnya naik maka sudah jelas kerugian Anda tidak terlalu besar.

Investasi ini merupakan pilihan yang tepat jika Anda orang yang tak punya waktu atau pengetahuan untuk mengelola investasi secara mandiri. Dan bisa juga dijadikan sebagai alat belajar sebelum terjun langsung ke investasi saham.

Dan kabar baiknya adalah, sekarang kita tidak perlu pergi ke bank atau mencari MI untuk memulai investasi ini. Anda bisa membeli produk Reksa Dana secara online seperti di situs e-commerce Tokopedia dan Bukalapak dengan uang mulai dari 10 ribu rupiah.

Fitur ini merupakan kerjasama antara Bukalapak dengan Bareksa yang tentu saja aman karena diawasi oleh OJK. Salah satu kelebihannya adalah mudah digunakan karena fitur BukaReksa terintegrasi langsung dengan dompet virtual milik BukaLapak.

Sehingga kita tidak perlu memiliki banyak rekening atau akun lain untuk membuka Reksa Dana.

Karena investasi ini bukanlah alat untuk mainan dan tentu saja bersentuhan langsung dengan finansial, maka sangat disarankan agar mempelajari profil, rekam jejak kinerja dan tujuan keuangan Anda. Jangan sampai mengorbankan seluruh uang Anda demi mendapatkan keuntungan besar.

Reksa Dana sendiri memiliki 4 jenis yaitu, pasar uang, pendapatan tetap, campuran dan Saham. Yang masing-masing memiliki resiko dan potensi keuntungan sendiri. Berikut adalah potensi keuntungan Reksa Dana menurut Bareksa.

Jenis investasi Reksa Dana menurut Bareksa
Jenis-jenis Reksa Dana beserta resiko dan keuntungan menurut Bareksa (dibuat oleh penulis)

Melihat tabel di atas kita mendapat satu tips dalam berinvestasi Reksa Dana, yaitu kuncinya adalah sabar. Artinya Anda harus tenang dalam melihat pergerakan NAB yang fluktuatif atau naik turun.

Misalnya jika Anda mengambil Reksa Dana pasar uang mungkin tidak ada perkembangan yang signifikan karena memang rata-rata keuntungan hanya 5,46 persen pertahun yang berarti dalam sebulan ada di kisaran 0,45 persen.

Jadi jangan panik dan terburu-buru menjual Reksa Dana yang Anda miliki jika sedang mengalami penurunan. Justru usahakan untuk terus konsisten dengan menambah Reksa Dana Anda setidaknya 100 ribu rupiah setiap bulan.

Kecuali jika memang Manajer Investasi yang dipilih memiliki kinerja buruk, untuk itu sebelum membeli Reksa Dana pastikan untuk mengecek rekam jejak kinerja setidaknya 1 tahun.

Dan yang telah tidak kalah pentingnya adalah selalu rajin update informasi terbaru tentang investasi terutama yang berkaitan MI yang Anda miliki di situs tepercaya.

5. Obligasi Pemerintah


Obligasi pemerintah merupakan surat utang yang dikeluarkan oleh negara dalam hal mencari pendanaan seperti untuk menutupi defisit APBN, membiayai proyek, atau yang lainnya. Artinya Anda bertindak sebagai investor dengan memberikan dana pinjaman kepada pemerintah.

Memang nilai pinjaman ini mencapai miliaran rupiah, tetapi terdapat beberapa jenis salah satunya adalah obligasi Negara Ritel atau ORI. Yang bisa dibeli secara perorangan dengan minimal pembelian 1 juta dan maksimal 3 miliar rupiah.

Surat utang ini memiliki tanggal jatuh tempo, yaitu waktu pemerintah akan mengembalikan dana yang telah Anda pinjamkan antara 1 hingga 10 tahun, sesuai yang telah ditetapkan. Namun rata-rata 3 tahun seperti yang Anda lihat grafik di bawah.

Bunga atau kupon obligasi ini biasanya lebih besar dari bunga deposito yang akan dibayar setiap bulan selama masa tenor. Memang cara kerja investasi ini mirip tabungan deposito hanya saja uang Anda dipinjam oleh negara.

Besaran bunga dan jangka waktu ORI001-ORI015
Perkembangan besaran bunga dan jangka waktu ORI001-ORI015 (dibuat oleh penulis diolah dari Wikipedia)

Jadi jika Anda membeli 10 juta rupiah mungkin tidak akan terasa keuntungannya, setidaknya kita harus beli 100 juta untuk mendapat hasil maksimal. Tapi tidak masalah, setidaknya kita telah membantu pemerintah untuk menghindari utang luar negeri.

Dan yang tidak kalah pentingnya adalah kita telah berkontribusi dalam pembangunan di negeri sendiri.

Kenapa obligasi pemerintah ini layak dijadikan sebagai investasi bagi seorang karyawan? Ya, instrumen ini memiliki resiko yang rendah yaitu resiko default-nya adalah gagal bayar.

Di mana negara tidak bisa mengembalikan uang yang telah Anda pinjamkan disebabkan kondisi ekonomi. Namun peristiwa ini jarang terjadi karena memang terdapat jaminan dari pemerintah, jadi Anda tak perlu khawatir.

Keuntungan lainnya investasi obligasi adalah kita bisa menjual di pasar sekunder atau bursa dengan harga bisa lebih tinggi dari harga beli sebelum jatuh tempo dan tentu saja sama-sama mendapat keuntungan (capital gain). Namun jika harganya sedang turun dan Anda sedang membutuhkan dana, bisa menjadikannya sebagai jaminan kredit.

Lalu bagaimana cara saya membeli obligasi pemerintah? Tidak setiap saat kita bisa membelinya tapi tiap tahun pemerintah selalu mengeluarkan.

Untuk mengetahui informasi tentang adanya penerbitan surat utang ini Anda bisa mencarinya melalui website resmi kementerian keuangan. ORI terakhir adalah ORI15 yang diluncurkan pada Oktober 2018 lalu. Sedangkan tempat membelinya melalui bank yang telah ditunjuk sebagai mitra distribusi.

Selain ORI, ada juga instrumen sejenis yaitu sukuk yang merupakan obligasi dengan prinsip syariah.

Itulah 5 jenis investasi terbaik untuk karyawan lulusan SMK. Pada dasarnya kita tidak perlu bergaji besar hingga puluhan juta perbulan, apalagi harus menghabiskan banyak uang untuk pergi ke luar negeri menjadi tenaga kerja non profesional agar hidup sejahtera namun yang dibutuhkan adalah kepandaian dalam mengelola keuangan.

Seperti Warren Buffett bagaimana dia memulai hidup dari berjualan permen karet dan majalah mingguan hingga ia mengenal investasi dan menjadikannya orang terkaya ketiga di dunia versi majalah Forbes 2015.

Tentu sebagai karyawan dengan penghasilan lebih stabil mestinya juga memiliki kesempatan yang sama untuk sukses. Namun kita juga perlu mengimbangi pekerjaan saat ini dengan apa yang akan terjadi di masa depan karena bukan yang terkuat atau paling cerdas yang bisa bertahan, namun itu adalah yang paling mudah beradaptasi untuk menghadapi perubahan (Charles Darwin).

Dan sebenarnya investasi merupakan sesuatu hal yang simpel yang seharusnya tidak membebani, karena kita juga sering melakukannya di kehidupan sehari-hari mulai dari kita bersekolah hingga menyisihkan waktu dan harta untuk beribadah. Yang tentu saja bisa kita nikmati hasilnya suatu saat nanti.
Buka Komentar

0 komentar

Name

App & game,13,Asus,4,Gadget,39,Gaya hidup,8,Google Pixel,2,HTC,1,Info Menarik,3,Kesehatan,6,Keuangan,3,Lenovo,4,LG,2,Motorola,4,Nokia,3,OnePlus,1,Oppo,1,Psikotes kerja,5,Samsung,6,Sony Xperia,2,Teknologi,7,Tes Kerja,7,Tips & Trik Android,28,Tips Karier,10,Vivo,2,Xiaomi,3,ZTE,3,
ltr
item
Cariken: 5 Jenis Investasi Terbaik Untuk Karyawan Lulusan SMK
5 Jenis Investasi Terbaik Untuk Karyawan Lulusan SMK
Manfaat dan 5 jenis investasi terbaik untuk karyawan lulusan SMK mulai dari 10 ribu rupiah adalah Investasi karier, tabungan deposito, tabungan emas, Reksa Dana dan obligasi pemerintah
https://3.bp.blogspot.com/-uqAvtWvQDtk/XB4EEzeUntI/AAAAAAAACSc/8gD3Ble5hxQgPJdC8W96Vj7E3BFQ-blpgCLcBGAs/s1600/Jenis-investasi-terbaik-untuk-karyawan-smk.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-uqAvtWvQDtk/XB4EEzeUntI/AAAAAAAACSc/8gD3Ble5hxQgPJdC8W96Vj7E3BFQ-blpgCLcBGAs/s72-c/Jenis-investasi-terbaik-untuk-karyawan-smk.jpg
Cariken
https://www.cariken.com/2018/12/5-jenis-investasi-terbaik-untuk-karyawan-lulusan-smk.html
https://www.cariken.com/
https://www.cariken.com/
https://www.cariken.com/2018/12/5-jenis-investasi-terbaik-untuk-karyawan-lulusan-smk.html
true
9051875670766753273
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy