18 Tips Agar Sukses Dalam Tes Wawancara Kerja

Tips menghadapi tes wawancara kerja
Wawancara kerja atau job interview merupakan salah satu bagian dari tahapan dalam proses rekrutmen yang digunakan oleh perusahaan untuk memilih calon karyawan terbaik dari pelamar yang ada sesuai dengan kualifikasi yang telah ditentukan.

Biasanya tes ini dilakukan setelah psikotes ataupun Medical Check Up (MCU) tergantung dari ketentuan perusahaan, di mana bertujuan untuk mendapatkan kebenaran informasi yang telah diisi peserta pada saat tes tertulis.

Di samping itu, wawancara juga berguna untuk menggali data yang tidak didapatkan dari tes tertulis. Seperti alasan melamar di perusahaan yang diambil, pemilihan keahlian di sekolah, minat dan konsep diri hingga gaji yang ingin diperoleh dan lain sebagainya.

Bisa dibilang tes ini lebih sulit jika dibandingkan dengan psikotes yang mungkin lebih mudah karena sudah banyak berlatih dan mengetahui tips dan trik dari internet, berbeda dengan tes wawancara di mana kita tidak bisa berbohong.

Karena si pewawancara akan menilai mulai dari sikap, gaya berbicara, hingga bahasa tubuh sehingga apapun yang kita sembunyikan akan ketahuan.

Tes wawancara juga sangat penting karena jika gagal tidak ada lagi yang namanya wawancara ulang. Bahkan di beberapa perusahaan akan memasukkan ke daftar hitam peserta yang pernah gagal di tes wawancara baik secara permanen maupun waktu yang telah ditentukan (biasanya 6 bulan) jadi Anda tidak diperbolehkan lagi melamar di perusahaan tersebut.

Sebaliknya, bila Anda berhasil lolos pada wawancara tahap pertama (HRD), tentunya Anda berpeluang untuk mengikuti wawancara di tahap berikutnya, yaitu wawancara user.

Oleh karena itu, pastikan untuk mempersiapkan diri Anda sebaik mungkin. Mengingat betapa pentingnya jika sudah sampai ke tahap wawancara, karena semua yang telah Anda perjuangkan di tes sebelumnya hingga dapat menyisihkan ratusan bahkan ribuan kandidat akan sia-sia.

Terlebih jika gagal akibat dari hal-hal sepele, dan di artikel ini akan mengajarkan kepada Anda beberapa hal yang perlu diperhatikan agar sukses dalam persiapan wawancara kerja :

1. Persiapkan Mental & Fisik


Sebelum melangkah ke tahap selanjutnya Anda harus yakin terlebih dulu, bahwa posisi pekerjaan yang ditawarkan oleh perusahaan itu benar-benar sesuai dengan kemampuan dan keinginan Anda.

Jika perlu carilah informasi mengenai rating atau testimoni orang yang sedang bekerja atau mantan pekerja di perusahaan tersebut di internet ataupun grup lowongan kerja di media sosial.

Jangan sampai Anda kecewa karena perusahaan tersebut tidak sesuai dengan apa yang Anda harapkan. Dan jika ternyata memiliki rating buruk tidak ada salahnya untuk mencoba, siapa tahu apa yang mereka katakan itu tidak benar.

Jika memang yang menjadi permasalahan itu tidak terlalu serius seperti perusahaan penipu, masalah gaji, ada penahanan dokumen penting atau hal lainnya. Jika sudah, Anda perlu berpikir positif serta yakin dan percaya diri terhadap kemampuan yang Anda miliki.

Selanjutnya persiapkan fisik Anda dengan baik dan istirahatlah yang cukup setidaknya 3 hari sebelum tes wawancara jika memang tes bukan dadakan. Jangan sampai karena kondisi fisik yang tidak prima sehingga daya tahan tubuh menurun dapat menjadi penyebab kegagalan wawancara Anda.

Selain itu, pastikan juga untuk menjaga kebersihan tubuh seperti kuku, gigi dan mulut sebelum tes wawancara. Tentunya Anda tidak mau proses wawancara terganggu akibat masalah kebersihan seperti bau mulut, rambut yang tidak nyaman atau hal lainnya.

2. Siapkan Berkas Yang Dibutuhkan


Sehari sebelum tes wawancara, pastikan Anda telah mempersiapkan berkas persyaratan yang diminta dan dokumen lainnya yang dianggap penting baik yang asli maupun fotokopi.

Seperti Ijazah, surat lamaran kerja, KTP, CV, sertifikat dan lainnya sebagai pendukung terhadap keberhasilan wawancara Anda. Perlu diperhatikan, tahap wawancara juga merupakan pemberkasan di mana Anda akan ditanyakan mengenai kelengkapan dokumen.

Siapkan berkas persyaratan dengan lengkap

Pastikan Anda telah menyusun berkas dengan baik dan rapi, pisahkan antara dokumen asli dan fotokopi secara terpisah menggunakan map atau amplop, gunakanlah paperclip agar tidak berantakan.

Jika Anda melamar melalui consultant atau yayasan penyalur tenaga kerja, mereka biasanya telah menyusun berkas persyaratan dengan rapi. Untuk itu, pastikan tidak mengubah susunan urutan dokumen.

Baca juga Cara scan dokumen menggunakan ponsel Android

Meskipun tidak berpengaruh secara signifikan dengan keberhasilan Anda di tes wawancara, namun ingat HRD merupakan orang tersibuk ketika ada perekrutan karyawan di mana mereka perlu menyortir ratusan bahkan ribuan berkas pelamar.

Untuk itu, buatlah agar mereka nyaman agar Anda dapat dilayani dengan baik, karena terkadang beberapa HRD juga merasa kesal dan tidak jarang juga untuk melempar berkas pelamar akibat tidak rapi.

3. Pelajari Kembali Daftar Riwayat Hidup dan Portofolio


Pelajari mengenai cv dan portofolio

Anda juga perlu mempelajari dan memahami dokumen yang telah disiapkan seperti isi daftar riwayat hidup (CV) ataupun portofolio. Siapkan jawaban untuk menjawab pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan dari CV dan portofolio seperti sejarah pekerjaan Anda.

Selain itu, pastikan juga Anda telah mempunyai jawaban tentang apa yang Anda buat di tes tertulis sebelumnya seperti alasan menggambar di tes wartteg, Draw a man test (DAM) atau Edwards Personal Preference Schedule (EPPS) karena biasanya pewawancara menanyakan hal tersebut.

Baca juga Tips mengerjakan tes Wartegg

4. Pelajari Mengenai Profil dan Sejarah Perusahaan


Pastikan sebelum Anda menghadapi tes wawancara sudah menggali setiap informasi yang berkaitan dengan perusahaan yang dilamar. Seperti sejarah perusahaan, visi dan misi, program, layanan, produk dan sebagainya.

Pengumpulan informasi ini cukup penting sebagai bahan persiapan Anda dalam menghadapi tahapan wawancara kerja, karena biasanya pewawancara menanyakan seberapa jauh penguasaan informasi Anda terhadap perusahaan yang dilamar dan benar-benar masuk dalam kriteria penilaian.

Bagaimana bisa seseorang berani mengajukan lamaran pekerjaan, apalagi menjadi bagian dari perusahaan namun tidak mengetahui tentang perusahaan yang dituju. Setelah mengenali secara umum mengenai informasi perusahaan, langkah selanjutnya adalah Anda perlu mengenali karakteristik perusahaan yang sedang dilamar.

Istilah karakteristik disini merupakan ciri khas yang melekat pada perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung yang dirasakan oleh masyarakat.

5. Jadwal dan Tempat Wawancara Kerja


Ketika dinyatakan lolos untuk mengikuti tes wawancara biasanya akan diberitahukan juga mengenai waktu, lokasi dan tempat wawancara kerja diadakan. Untuk itu, pastikan Anda telah mengetahui di mana lokasi dan tempat wawancara kerja akan dilaksanakan.

Jangan sampai Anda tidak tahu sehingga datang terlambat, karena sebagian besar perusahaan akan mendiskualifikasi peserta yang datang terlambat di waktu tes.

Usahakan untuk setidaknya tiba 20 menit lebih awal, hal ini supaya Anda dapat beristirahat sejenak untuk menghilangkan rasa kelelahan di perjalanan sehingga dapat lebih tenang dan fokus saat wawancara nanti. Namun jika terpaksa terlambat karena ada gangguan di perjalanan pertimbangkan untuk segera memberitahu perusahaan (pewawancara).

6. Jual Diri Anda Dengan Penampilan


Kini saatnya Anda menyiapkan penampilan yang cocok untuk wawancara, tentu sangat disayangkan jika Anda memiliki pengetahuan lebih dan ahli di bidang atau posisi yang dilamar namun tidak berpenampilan menarik.

First impression merupakan hal sangat penting dalam tes wawancara kerja, oleh karena itu Anda dituntut untuk tampil dengan sempurna dalam segala hal, baik dalam hal bersikap, berpikir maupun penampilan. Karena momen ini merupakan momen menjual diri Anda kepada perusahaan secara langsung. Untuk itu Anda harus dapat memberikan kesan sempurna pada para pewawancara.

Menyiapkan penampilan yang cocok saat wawancara

Berikut beberapa tips untuk dapat menarik hati pewawancara melalui gaya busana Anda :

1. Pakaian


Jika perusahaan tidak memberi tahu mengenai ketentuan pakaian yang harus dikenakan ketika tes, berikut tips memilih pakaian yang bisa Anda gunakan untuk tes wawancara kerja.

Pakailah kemeja berlengan panjang dengan warna-warna berani seperti biru, putih, coklat tua dengan celana berwarna gelap seperti hitam, abu-abu atau coklat. Jika Anda mengikuti wawancara kerja di perusahaan-perusahaan swasta, multinasional atau bergerak di bidang pemasaran.

Sedangkan untuk wawancara di perusahaan perbankan, BUMN atau Instansi pemerintah. Pilihlah kemeja lengan panjang dengan warna netral dan kalem, seperti putih, abu-abu, cream atau pola bergaris.

Namun untuk perusahaan BUMN seperti PT KAI, Pertamina dan lainnya biasanya memberitahu mengenai ketentuan pakaian yang harus digunakan saat mengikuti tes, yaitu mengenakan kemeja putih berlengan panjang dengan bawahan berwarna gelap.

Usahakan berpakaian dengan rapi, seperti baju yang dimasukkan, lengan tidak dilipat, tidak ada noda dan jika perlu di setrika agar tidak kusut serta ukurannya yang pas dan warna celana diusahakan lebih gelap dari pakaian. Hindari menggunakan hem dengan corak yang terang dan mencolok.

Sedangkan untuk wanita, memakai pakaian dengan model gaun bukanlah ide yang bagus dalam tahap ini. Sebaiknya gunakanlah busana lengan panjang tanpa hiasan tambahan dengan warna putih solid yang dimasukan serta dikombinasikan dengan bawahan celana panjang longgar atau rok panjang.

Menambahkan penggunaan blazer dengan warna yang sesuai merupakan opsional, namun akan membuat Anda tampil lebih profesional. Apabila Anda berhijab pilihlah jilbab dengan model sederhana yang dimasukan ke dalam blazer. Hindari penggunaan jilbab model jubah yang tergerai dengan banyak motif atau pola.

2. Rambut


Untuk perusahaan besar seperti Toyota, Yamaha, Daihatsu dan lainnya biasanya memiliki ketentuan dalam hal rambut. Di mana rambut harus rapi dengan panjang maksimal 2 cm atau tidak melebihi kerah di bagian belakang dan poni tidak menutupi mata, berwarna hitam dan tidak dicat.

Jika perlu gunakan minyak rambut atau pomade untuk memberikan kesan wet look pada rambut Anda. Hal ini cukup banyak mempengaruhi kesan segar pada wajah. Untuk wanita, aturlah rambut Anda dengan model dan cara yang memberikan kesan profesional.

Apabila memiliki rambut panjang, sisirlah ke belakang dengan rapi dan gunakan sedikit pelembab agar rambut Anda tetap rapi sehingga tidak terlalu sering menyibakkan rambut ketika sesi wawacara berlangsung.

Namun jika memiliki tipe rambut panjang yang cenderung sulit ditata, Anda mengikatnya ke belakang dengan rapi. Dan apabila di cat, pastikan untuk tidak menggunakan warna yang mencolok.

3. Riasan Wajah


Untuk pria tidak perlu menggunakan riasan wajah secara lengkap, Anda cukup menunjukkan wajah yang bersih dan jika bisa kurangi kesan berminyak pada wajah. Jangan lupa untuk mencukur kumis dan jenggot agar bisa tampil bersih dan rapi.

Terutama jika Anda melamar di perusahaan makanan di bagian operator produksi seperti Mayora, Indofood, Nutrifood dan lainnya yang mengutamakan kebersihan jadi pastikan Anda mencukur kumis dan jenggot sampai bersih.

Sedangkan untuk wanita, usahakan tampil dengan riasan tipis agar terlihat natural jangan sampai terlalu menor apalagi tebal, sehingga memberikan kesan cerah dan segar. Hindari penggunaan pewarna kuku yang berlebihan, seperti nail art.

Terutama jika Anda melamar di perusahaan pabrik sebagai operator produksi, tentunya tidak ada gunanya. Namun jika kuku ingin terlihat segar riaslah dengan tanpa pewarna hanya sekedar dikilaukan saja atau buffed.

4. Sepatu


Gunakanlah sepatu pantofel yang mempunyai hak (heels) sedang, dengan warna hitam, agar memberikan kesan tegas dan profesional, disamping itu akan membuat Anda akan terlihat tinggi dan gagah.

Namun jika punya dan Anda merupakan baru lulusan SMK / SMA yang melamar di perusahaan di pabrik mungkin tidak terlalu penting dalam urusan sepatu asalkan berwarna hitam.

Untuk wanita juga sama pakailah sepatu yang mengarah kepada model sederhana, berwarna hitam, bertumit runcing dan tentunya nyaman saat digunakan. Hindari pemilihan tipe sepatu model boat atau terbuka yang memperlihatkan jari-jari Anda, sekalipun sepatu tersebut mahal.
[post_ads]
Ingat, Anda akan wawancara dengan perusahaan yang tentunya bersifat profesional, bukan akan pergi ke pesta. Apabila memakai kaus kaki panjang (stocking/hoisery), pilihlah warna-warna kulit atau warna-warna alam dengan motif sederhana.

Dan pastikan bahwa ketika menggunakannya, bagian atas kaus kaki panjang Anda tidak terlihat pada saat Anda duduk dan menyilangkan kaki.

5. Parfum


Gunakanlah parfum dengan nuansa keharuman yang soft, Hindari menggunakan Parfum berlebihan. Karena pewawancara pastinya akan terganggu dengan bau parfum yang terlalu menyengat. Dan usahakan tidak memiliki bau badan dan bau mulut.

6. Ikat pinggang


Selanjutnya pilihlah ikat pinggang standar dan polos, berwana gelap dan berbahan kulit atau setara kulit.

7. Jaga Sopan Santun dan Patuhi Tata Tertib Yang Ada


Jika Anda baru datang dan menuju ke tempat tes, pastikan selalu menjaga sikap dan jangan lupa untuk salam dan sapa terhadap satpam atau receptionist yang Anda temui dengan ramah. Jika harus mengisi formulir, isilah dengan lengkap dan rapi sesuai dengan perintah.

Jaga sopan santun dan patuhi budaya kerja yang ada

Apabila Anda merupakan fresh graduate dan baru pertama kali datang di tempat kerja, seperti industri pastikan untuk melaksanakan budaya kerja yang ada. Misalnya Anda harus berjalan di jalur hijau untuk keselamatan meskipun sedang tidak ada kendaraan yang lewat dan jagalah sikap atau Anda akan disuruh pulang karena tidak disiplin.

8. Salam dan Mengetuk Pintu Saat Masuk Ruang Wawancara Kerja


Pastikan Anda mengetuk pintu dan ucapkan salam kepada para pewawancara. Karena di sinilah penilaian dimulai.

9. Jangan Duduk Sebelum Dipersilakan


Salah satu penyebab kegagalan dalam tes wawancara adalah duduk sebelum dipersilakan oleh pewawancara. Jadi pastikan Anda tetap berdiri sebelum diminta untuk duduk karena sebagian besar orang gagal karena melakukan hal kecil ini.

Jangan duduk sebelum dipersilakan oleh pewawancara

Jika berjabat tangan, jabatlah dengan erat jangan terlalu keras namun tidak lemas. Saat berjabat tangan pewawancara, usahakan tidak mencengkeram terlalu kencang atau terlalu lembek. Gunakan feeling untuk menyeimbangkan kuatnya genggaman tangan Anda dengan kekuatan genggamannya. Orang akan mengidentikan batasan normal dan tidak normal dengan dirinya sendiri.

10. Berhati-hatilah Dengan Jebakan


HRD selalu memiliki cara untuk mengetes kejujuran calon karyawannya, untuk itu waspadalah dengan jebakan ini. Salah satu cara yang biasa digunakan adalah dengan menanyakan apakah Anda membersihkan alas kaki ketika memasuki ruangan tes dengan keset yang ada di depan pintu.

Pertanyaan ini sering diajukan untuk mengetahui kejujuran peserta meskipun kenyataannya tidak ada keset di depan pintu. Untuk itu, jawablah dengan jujur dan ingatlah apa yang telah Anda lakukan sebelumnya.

Hati-hati dengan pertanyaan jebakan

Selain itu, pewawancara juga seringkali menjatuhkan pulpen dengan sengaja untuk menguji keseriusan peserta dalam tes wawancara, jika Anda mengalami hal ini sebaiknya jangan mengambilkan pulpen pewawancara yang jatuh. Karena bisa saja sebuah jebakan, dan banyak juga orang gagal dalam tes wawancara akibat hal kecil ini.

11. Jagalah Tatapan Mata


Meskipun Anda orang yang percaya diri dan telah terbiasa bertemu dengan orang baru atau menyiapkan bahkan menghafal jawaban untuk menjawab pertanyaan yang akan disampaikan oleh pewawancara. Namun dalam wawancara kerja, tatapan mata bisa saja membuat gugup dan menghancurkan apa yang telah Anda persiapkan sebelumnya.

Selama wawancara kerja, pastikan kontak mata Anda berada di area segitiga terbalik wajah si pewawancara. Yaitu di antara titik luar alis kiri, ke hidung bagian bawah, dan titik luar alis kanan. Dan Anda juga perlu menjaga tatapan agar tidak liar, seperti menatap bibir seseorang dianggap pelanggaran seksual, sementara menatap dahi seseorang dianggap merendahkan.

Baca juga : Kumpulan soal tes Army Alpha

12. Atur Postur Tubuh Dengan Posisi Nyaman


Upayakan untuk duduk dengan lurus, agar kepercayaan diri muncul. Jika Anda merasa rendah diri dan jenuh, coba perhatikan cara Anda duduk. Posisi duduk yang tidak rapi sambil bersender bisa menekan dada dan mengurangi asupan udara ke paru-paru, yang menyebabkan kegugupan dan ketidaknyamanan.

Posisikan kepala Anda tegak secara horizontal dan vertikal. Ini memberikan sinyal bahwa Anda serius dalam menggapai tujuan. Namun ketika dalam percakapan, untuk terlihat lebih bersahabat, miringkan sedikit kepala Anda untuk menunjukkan simpati.

13. Perhatikan Mengenai Bahasa Tubuh


Seperti yang telah saya sebutkan di atas, semuanya akan dinilai dalam tes wawancara. Termasuk bahasa tubuh yang terjadi secara alami. Gerakan tangan dan lengan akan memberi penilaian tentang seberapa Anda menerimanya. Untuk itu, upayakan tangan berada di samping tubuh. Hal ini menunjukkan bahwa Anda bersikap terbuka dan siap menerima apapun.

Gerakan tangan dengan telapak tangan menghadap ke luar dan ke atas akan menunjukkan orang yang bersifat terbuka dan bersahabat sedangkan sebaliknya gerakan tangan yang menghadap ke bawah menunjukkan tipe orang yang dominan dan agresif.

Perhatikan mengenai bahasa tubuh saat wawancara berlangsung

Orang pendiam biasanya cenderung melipat dan menjauhkan lengan mereka dari badan, sementara orang yang supel cenderung menggambarkan maksud dengan gerakan tangan sambil berbicara. Upayakan gerakan tangan agar tak jauh dari badan Anda, hal ini agar tak terlihat berlebihan.

Hindari melipat tangan di depan dada dan duduk dengan kaki bersilang apalagi menumpangkan satu kaki di atas kaki lain selama wawancara, karena Anda akan terlihat defensif atau memasang batas.

Orang yang gugup, stres atau sedang ketika kita gugup, stres, sedang kebingungan biasanya memiliki gerakan tubuh yang berlebihan dan tidak wajar. Jadi upayakan anggota tubuh seperti kaki dan tangan setenang mungkin selama wawancara.

14. Jangan Membual Apalagi Berbohong


Dalam tes wawancara kerja tentunya orang akan berusaha untuk menunjukkan bahwa dirinya adalah orang yang terbaik. Sedangkan HRD merupakan bagian perusahaan yang memiliki tugas perekrutan karyawan yang tentunya sudah memiliki banyak pengalaman menghadapi berbagai karakter orang.

Untuk itu, bersikaplah tenang jangan berlebihan seperti membual apalagi berbohong karena justru Anda akan terjebak dengan kata-kata yang yang telah dikeluarkan.

15. Bersikap Tenang Dalam Menjawab, Keras Tapi Jangan Kaku


Ketenangan ketika wawancara kerja sangat membantu agar tidak berbelit-belit dalam menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh pewawancara. Pastikan juga suara Anda keras namun jangan kaku seperti militer, tentunya orang tak akan nyaman dengan suara yang terlalu keras.

16. Hindari Menjawab Pertanyaan Dengan Jawaban Mati


Usahakan agar dalam menjawab setiap pertanyaan yang diajukan, jangan berhenti pada kata-kata iya atau tidak saja. Jawaban tersebut merupakan jawaban mati dan menggambarkan kedangkalan ilmu pengetahuan Anda.

Sebuah jawaban pertanyaan harus disertai dengan jawaban yang lebih detail dan deskriptif. Untuk itu, siapkan diri Anda dengan pengetahuan-pengetahuan sederhana seputar posisi yang dilamar.

17. Pelajari Mengenai Wawasan Kebangsaan dan Ilmu Pengetahuan Umum


Di beberapa perusahaan seperti Yamaha biasanya mempertanyakan tentang nasionalisme seperti menyanyikan lagu Indonesia Raya, Pancasila hingga Sumpah Pemuda baik secara mandiri maupun estafet.

Selain itu Anda juga perlu mengingat kembali tentang pelajaran yang pernah dipelajari di sekolah seperti rumus fisika dan matematika. Untuk itu, pastikan Anda masih ingat dengan wawasan kebangsaan dan pengetahuan umum lainnya.

18. Ucapkan terima kasih


Di akhir sesi wawancara, pastikan untuk mengucapkan terima kasih kepada pewawancara atas waktu dan kesempatan yang diberikan kepada Anda. Hal ini untuk menunjukkan bahwa Anda adalah orang yang bijak dan memiliki rasa hormat terhadap orang lain.
[post_ads_2]
Itulah beberapa kiat agar sukses dalam menghadapi tes wawancara kerja. Selain mempersiapkan penampilan, Anda juga perlu belajar menjawab pertanyaan yang diajukan oleh HRD. Terkait hal ini silakan baca di cara menjawab pertanyaan tes wawancara kerja.
Buka Komentar

0 komentar

Name

App & game,13,Asus,4,Gadget,39,Gaya hidup,8,Google Pixel,2,HTC,1,Info Menarik,3,Kesehatan,6,Keuangan,3,Lenovo,4,LG,2,Motorola,4,Nokia,3,OnePlus,1,Oppo,1,Psikotes kerja,5,Samsung,6,Sony Xperia,2,Teknologi,7,Tes Kerja,7,Tips & Trik Android,28,Tips Karier,11,Vivo,2,Xiaomi,3,ZTE,3,
ltr
item
Cariken: 18 Tips Agar Sukses Dalam Tes Wawancara Kerja
18 Tips Agar Sukses Dalam Tes Wawancara Kerja
Tips mempersiapkan tes wawancara kerja agar lolos dan cara menjawab berbagai pertanyaan tes wawancara
https://3.bp.blogspot.com/-cjkTJ1IUbFQ/XEpId-kwb2I/AAAAAAAACTQ/c_-MmbBE1hEJxseVsCQsIpJ_D-XaCBIMQCLcBGAs/s1600/tes-wawancara-kerja%2B%25281%2529.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-cjkTJ1IUbFQ/XEpId-kwb2I/AAAAAAAACTQ/c_-MmbBE1hEJxseVsCQsIpJ_D-XaCBIMQCLcBGAs/s72-c/tes-wawancara-kerja%2B%25281%2529.jpg
Cariken
https://www.cariken.com/2018/09/tips-agar-sukses-tes-wawancara-kerja.html
https://www.cariken.com/
https://www.cariken.com/
https://www.cariken.com/2018/09/tips-agar-sukses-tes-wawancara-kerja.html
true
9051875670766753273
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy